
Webinar ini menghadirkan narasumber Ir. Syamsul Hadi, M.T., IPM, yang merupakan mantan Engineering Manager di PT Merak Chemical Indonesia sekaligus Advisor Maintenance Reliability. Dalam paparannya, beliau akan membahas konsep dasar hingga penerapan praktis metode FMEA sebagai salah satu alat penting dalam manajemen kualitas dan keandalan sistem industri.
Acara ini dimoderatori oleh Soni Irawan, S.E., M.M, dosen Fakultas Teknik Industri, serta diawali dengan sambutan pembukaan dari Dr. Eneng Sri S., M.Pd selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ir. Very Fernando, S.T., M.T sebagai Ketua Program Studi Teknik Industri.
Fakultas Teknik Universitas Setia Budhi (USB) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik melalui webinar bertajuk “Penerapan Failure Mode Effect Analysis (FMEA): Mendeteksi Kegagalan yang Terjadi pada Suatu Produk, Proses atau Sistem”. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Minggu, 21 Desember 2025 pukul 18.30 WIB secara daring melalui platform Zoom.
Webinar ini wajib diikuti oleh mahasiswa Teknik Industri, serta terbuka bagi dosen dan masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman mengenai identifikasi dan pencegahan potensi kegagalan dalam produk, proses, maupun sistem kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memperoleh wawasan praktis dan aplikatif mengenai metode FMEA sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas, efisiensi, dan keandalan di dunia industri.
Webinar ini membahas pentingnya metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sebagai pendekatan sistematis dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mencegah potensi kegagalan yang dapat terjadi pada suatu produk, proses, maupun sistem industri. Materi diawali dengan pemahaman bahwa berbagai permasalahan di industri sering kali terjadi secara berulang karena perbaikan hanya berfokus pada gejala yang tampak, bukan pada akar penyebabnya Webinar FMEA.
Dalam praktiknya, banyak kegagalan bersifat invisible atau tersembunyi, sehingga diperlukan metode analisis yang tepat untuk menemukan root cause. Oleh karena itu, FMEA diperkenalkan sebagai salah satu metode Root Cause Analysis (RCA) selain 5 Why, Fishbone Diagram, Fault Tree Analysis (FTA), dan Pareto Analysis Webinar FMEA.
Konsep Dasar FMEA
FMEA didefinisikan sebagai metode sistematis untuk:
- Mengidentifikasi mode kegagalan (failure mode),
- Menilai dampak kegagalan melalui parameter Severity (S),
- Menilai kemungkinan terjadinya kegagalan melalui Occurrence (O),
- Menilai kemampuan deteksi melalui Detection (D),
- Menentukan prioritas risiko menggunakan nilai Risk Priority Number (RPN = S × O × D) Webinar FMEA.
Metode ini bersifat sederhana, mudah diterapkan, dan efektif untuk membantu prioritisasi risiko serta meningkatkan keandalan sistem.
Jenis-Jenis FMEA
Materi menjelaskan beberapa jenis FMEA, antara lain:
- Design FMEA (DFMEA) untuk menganalisis potensi kegagalan akibat kelemahan desain,
- Process FMEA (PFMEA) untuk menganalisis kegagalan selama proses manufaktur,
- Machinery FMEA (MFMEA) untuk menganalisis kegagalan mesin dan peralatan, dengan tujuan mencegah kerusakan serta memperpanjang umur pakai mesin Webinar FMEA.
Penerapan FMEA di Berbagai Industri
FMEA dapat diterapkan luas di berbagai sektor, seperti:
- industri manufaktur untuk mencegah cacat produk,
- otomotif untuk mencegah kegagalan sistem kendaraan,
- minyak dan gas/petrokimia untuk mencegah kebocoran, ledakan, dan shutdown,
- penerbangan untuk menjaga keselamatan sistem kritis,
- logistik, jasa, dan konstruksi untuk meminimalkan kesalahan operasional dan kecelakaan kerja Webinar FMEA.
Langkah-Langkah Penerapan FMEA
Materi menjelaskan tahapan utama FMEA, yaitu:
- Menentukan batas sistem dan komponen,
- Mengidentifikasi failure mode dan dampaknya,
- Menentukan nilai Severity,
- Menentukan nilai Occurrence,
- Menentukan nilai Detection,
- Menghitung nilai RPN,
- Menetapkan tindakan mitigasi atau countermeasure Webinar FMEA.
Setiap parameter penilaian dilengkapi dengan skala dan kriteria rinci, mulai dari tingkat keparahan dampak hingga probabilitas kejadian dan kemampuan deteksi.
Studi Kasus Implementasi FMEA pada Pompa Sentrifugal
Sebagai contoh penerapan nyata, materi membahas studi kasus pompa sentrifugal yang mengalami masalah poros (shaft) sering patah berulang setiap ±3 bulan Webinar FMEA. Pompa tersebut memiliki spesifikasi tertentu seperti kapasitas 80 m³/jam, head 150 m, dan daya motor 75 kW.
Melalui tabel FMEA, diidentifikasi berbagai mode kegagalan seperti:
- keausan bearing,
- kebocoran mechanical seal,
- korosi dan erosi impeller,
- poros bengkok, retak, hingga patah.
Setiap kegagalan dianalisis dampaknya, nilai S–O–D, serta RPN-nya. Nilai RPN tertinggi menunjukkan prioritas perbaikan utama, khususnya pada kegagalan poros akibat konsentrasi tegangan tinggi Webinar FMEA.
Analisis Teknis dan Akar Masalah
Hasil analisis menunjukkan bahwa diameter poros aktual terlalu kecil dibandingkan kebutuhan desain, sehingga tidak mampu menahan beban torsi. Selain itu, adanya keyway yang tajam menyebabkan konsentrasi tegangan tinggi dan memicu patah getas (brittle fracture). Hasil uji metalografi menunjukkan pola patahan rapuh (cleavage) yang menegaskan kegagalan akibat tegangan berlebih Webinar FMEA.
Tindakan Perbaikan (Countermeasure)
Beberapa tindakan perbaikan yang direkomendasikan antara lain:
- melakukan perhitungan ulang kekuatan poros,
- mengganti material SUS 304L dengan Hyper Duplex Stainless Steel yang memiliki kekuatan lebih tinggi,
- memodifikasi desain keyway agar lebih membulat untuk mengurangi konsentrasi tegangan,
- melakukan monitoring vibrasi dan inspeksi berkala Webinar FMEA.
Setelah implementasi FMEA dan tindakan perbaikan dilakukan, keandalan pompa meningkat secara signifikan. Sistem dapat beroperasi lebih dari dua tahun tanpa kejadian patah poros, menunjukkan efektivitas penerapan metode FMEA dalam meningkatkan reliability peralatan Webinar FMEA.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, FMEA merupakan metode yang sangat efektif dalam:
Meningkatkan keselamatan, keandalan, dan kualitas sistem industri
Mengidentifikasi potensi kegagalan sejak dini,
Menentukan prioritas risiko melalui RPN,
Mendorong pendekatan preventif dibanding reaktif,

